Sambut Ramadhan, Dinas Kesehatan Kota Pontianak Perkuat Spiritualitas Pegawai Melalui Ceramah Agama
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pontianak kembali menggelar agenda rutin Ceramah Agama Jum’at sebagai upaya pembinaan mental dan spiritual bagi seluruh jajarannya. Kegiatan yang berlangsung khidmat pada Jum’at (20/02/2026) ini difokuskan pada persiapan diri menyambut bulan suci Ramadhan.
Acara yang dipusatkan di lingkungan kantor Dinkes ini dihadiri langsung oleh:
· dr. Saptiko, M.Med, PH (Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak)
· Rizky Rachmat Akbar, SKM, M.Eng (Sekretaris Dinas Kesehatan)
· Seluruh pegawai di lingkungan Dinas Kesehatan Kota Pontianak.
Menjemput Ramadhan dengan Al-Qur'an
Menghadirkan Ustadz Muammar Khadafi sebagai penceramah, kajian kali ini mengusung tema kerinduan terhadap bulan Ramadhan. Dalam tausiyahnya, Ustadz Muammar menekankan bahwa kerinduan tersebut harus dimanifestasikan melalui peningkatan interaksi dengan Al-Qur'an dan amal ibadah nyata.
"Ramadhan adalah bulan yang selalu dirindukan. Hendaknya kita mewujudkan kerinduan ini dengan memanfaatkan waktu sebaik mungkin untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat sebagai bentuk ibadah," ujar Ustadz Muammar.
Pendalaman Makna Al-Fatihah
Selain persiapan Ramadhan, ceramah ini juga mengupas tuntas urgensi Surah Al-Fatihah sebagai Ummul Kitab. Penjelasan mencakup makna tauhid, rasa syukur, serta permohonan petunjuk yang terkandung dalam setiap ayatnya. Hal ini diharapkan menjadi pengingat bagi pegawai untuk menjaga komitmen tetap berada di jalan yang lurus, baik dalam beribadah maupun menjalankan tugas negara.
Integritas dalam Pelayanan Kesehatan
Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak, dr. Saptiko, berharap kegiatan ini tidak sekadar menjadi rutinitas seremonial. Beliau menegaskan bahwa penguatan spiritual merupakan fondasi penting dalam memberikan pelayanan publik.
"Melalui pembinaan ini, kita harapkan pegawai semakin kuat secara spiritual. Dengan hati yang bersih, kita mampu menghadirkan pelayanan kesehatan yang profesional, berintegritas, dan penuh empati kepada masyarakat Kota Pontianak," ungkap dr. Saptiko.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama, memohon keberkahan agar majelis ilmu ini menjadi amal jariyah dan membawa perubahan positif bagi kinerja pelayanan kesehatan di Kota Pontianak.
