Dinas Kesehatan Kota Pontianak Gelar Pelatihan Guna Tingkatkan Kompetensi Bidan dan Tekan Angka Kematian Ibu-Bayi
Dalam upaya berkelanjutan untuk menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB), Bidang Bina Kesehatan Masyarakat (Binkesmas) Dinas Kesehatan Kota Pontianak menggelar program pelatihan intensif bagi para bidan di wilayah Kota Pontianak.
Program bertajuk "Pelatihan Antenatal Care (ANC), Persalinan, Nifas, dan Skrining Hipotiroid Kongenital (SHK) bagi Bidan di Fasilitas Kesehatan Tahun 2026" ini diselenggarakan atas kerja sama dengan Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) RSUD dr. Soedarso Provinsi Kalimantan Barat.

Pelatihan ini dirancang secara komprehensif dengan menyasar total 90 bidan yang berasal dari Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas), Praktik Mandiri Bidan (PMB), serta rumah sakit. Untuk menjaga efektivitas pembelajaran, peserta dibagi ke dalam tiga angkatan dengan kuota masing-masing 30 orang per angkatan.

Jadwal dan Metode Pelaksanaan
Setiap angkatan menjalani pelatihan terstruktur selama enam hari yang dibagi menjadi dua metode, yaitu pembelajaran teori secara daring (online) dan praktik lapangan secara luring (On the Job Training/OJT). Seluruh rangkaian praktik tatap muka berpusat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Soedarso Kota Pontianak.
Berikut adalah jadwal pelaksanaan untuk ketiga angkatan:
- Angkatan 1: 20–22 April 2026 (Daring) & 27–29 April 2026 (Luring/OJT)
- Angkatan 2: 11–13 Mei 2026 (Daring) & 18–20 Mei 2026 (Luring/OJT)
- Angkatan 3: 2–4 Juni 2026 (Daring) & 8–10 Juni 2026 (Luring/OJT)

Hadirkan Narasumber dan Pakar Bersertifikat
Guna memastikan transfer ilmu berjalan optimal, panitia menghadirkan para fasilitator ANC, Persalinan, Nifas, dan SHK yang telah memiliki sertifikasi resmi.
Selain tim fasilitator, pelatihan ini juga menghadirkan dokter spesialis anak terkemuka, dr. Nevita, Sp.A, serta perwakilan dari organisasi profesi Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Provinsi Kalimantan Barat. Kehadiran para pakar ini diharapkan dapat memberikan pemahaman klinis yang mendalam serta memperkuat kode etik profesionalisme kebidanan di lapangan.
.jpeg)
Fokus pada Pelayanan Terpadu dan Deteksi Dini Bayi Baru Lahir
Materi pelatihan menitikberatkan pada penguatan kualitas pelayanan antenatal terpadu, penanganan persalinan yang aman, perawatan pascamelahirkan (nifas), serta aspek krusial berupa Skrining Hipotiroid Kongenital (SHK) pada bayi baru lahir. SHK sendiri menjadi salah satu program prioritas nasional untuk mendeteksi secara dini gangguan hormon tiroid pada bayi guna mencegah terjadinya kecacatan fisik dan mental.

Melalui pelatihan ini, para bidan diharapkan dapat langsung mengimplementasikan pengetahuan dan keterampilan klinis terbaru yang mereka dapatkan ke fasilitas kesehatan masing-masing. Peningkatan kapasitas ujung tombak pelayanan kesehatan ibu dan anak ini diharapkan mampu memberikan dampak signifikan terhadap penurunan angka morbiditas dan mortalitas ibu serta bayi di Kota Pontianak.

.jpeg)

