thumb

Tingkatkan Kompetensi ASN Berbasis Kebutuhan Organisasi, Dinas Kesehatan Kota Pontianak Gelar Coaching Pengisian IDP

Dalam upaya memperkuat manajemen pengembangan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN), Dinas Kesehatan Kota Pontianak menyelenggarakan kegiatan Coaching Pengisian Individual Development Plan (IDP) bagi ASN di lingkungan Dinas Kesehatan Kota Pontianak, termasuk ASN yang bertugas di seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas.

Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting ini diikuti oleh 185 orang peserta. Bertindak sebagai narasumber sekaligus coach adalah Rizky Rachmat Akbar, SKM, M.Eng, Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Pontianak.

 

 

Coaching ini bertujuan memberikan pemahaman sekaligus pendampingan teknis kepada ASN mengenai penyusunan Individual Development Plan (IDP) secara tepat, sehingga rencana pengembangan kompetensi individu dapat diselaraskan dengan kebutuhan organisasi, tuntutan pekerjaan, serta arah pengembangan karier pegawai.

Dalam pelaksanaannya, peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya IDP sebagai instrumen perencanaan pengembangan kompetensi individu. Melalui penyusunan IDP, setiap ASN diharapkan mampu mengenali kebutuhan pengembangan dirinya, mengidentifikasi kompetensi yang perlu ditingkatkan, serta merencanakan langkah pengembangan yang relevan dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing.

Selain membahas penyusunan IDP, kegiatan ini juga menekankan pentingnya keterkaitan antara pengembangan kompetensi pegawai dan pencapaian tujuan organisasi. Dengan demikian, pengembangan kompetensi tidak hanya berorientasi pada kebutuhan individu, tetapi juga harus memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kinerja dan kualitas pelayanan kesehatan.

Sebagai tindak lanjut kegiatan, setiap ASN di lingkungan Dinas Kesehatan Kota Pontianak, termasuk ASN pada UPT, diwajibkan menyusun Individual Development Plan (IDP) dan mengisi Analisis Kebutuhan Pengembangan Kompetensi. Kedua instrumen tersebut menjadi bagian penting dalam memetakan kebutuhan pengembangan kompetensi pegawai secara lebih sistematis, sekaligus menjadi bahan perencanaan program pengembangan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan organisasi.

Langkah ini diharapkan dapat mendorong perubahan pola pengembangan kompetensi ASN, dari yang sebelumnya cenderung berorientasi pada keikutsertaan dalam pelatihan menjadi lebih terencana berdasarkan kesenjangan kompetensi, kebutuhan jabatan, dan prioritas organisasi.

Melalui kegiatan coaching ini, Dinas Kesehatan Kota Pontianak berkomitmen membangun budaya belajar yang berkelanjutan, memperkuat profesionalisme ASN, serta mengoptimalkan pengelolaan sumber daya manusia yang adaptif terhadap dinamika dan tantangan pelayanan kesehatan.