Dinas Kesehatan Kota Pontianak Dukung Kajian Dampak Panas Ekstrem WHO dan FKM UNDIP untuk Perkuat Ketahanan Kesehatan
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pontianak memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan penelitian nasional Heat–Health Impact Analysis in Indonesia. Kegiatan pengumpulan data ilmiah tersebut resmi dibuka pada Kamis (5/11/2026) di Hotel Mercure Kota Pontianak.
Kajian berskala nasional ini diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bekerja sama dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro (FKM UNDIP). Langkah ini bertujuan mendukung kebijakan nasional adaptasi sektor kesehatan terhadap perubahan iklim serta memperkuat kesiapsiagaan sistem kesehatan dalam menghadapi risiko kejadian panas ekstrem (heat-health resilience).
Acara dibuka secara resmi oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Rizky Rachmat Akbar, SKM, M.Eng., yang hadir mewakili Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak, dr. Saptiko, M.Med.PH.
.jpeg)
Dalam sambutan resmi Kepala Dinas Kesehatan yang dibacakan oleh Rizky Rachmat Akbar, disampaikan bahwa fenomena peningkatan suhu dan panas ekstrem berpotensi memicu berbagai gangguan kesehatan serius, mulai dari dehidrasi, penyakit kardiovaskular, gangguan ginjal, hingga masalah pernapasan. Kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, dan pekerja luar ruang menjadi pihak yang paling berisiko.
"Kajian ini memiliki arti penting untuk menghasilkan bukti ilmiah mengenai dampak panas terhadap kesehatan masyarakat dan kesiapan sistem kesehatan dalam menghadapinya. Hasil kajian diharapkan dapat menjadi salah satu referensi dalam memperkuat kesiapsiagaan serta mendukung perencanaan program dan kebijakan kesehatan yang berbasis bukti di Kota Pontianak," tutur Rizky membacakan sambutan tersebut.
Sebagai komitmen nyata, Dinas Kesehatan Kota Pontianak telah memfasilitasi penyerahan data rekam medis elektronik dari 23 Puskesmas se-Kota Pontianak kepada tim peneliti FKM UNDIP. Pengumpulan data dari berbagai rumah sakit di Kota Pontianak juga terus ditindaklanjuti secara bertahap dengan tetap mengedepankan prinsip kerahasiaan dan perlindungan data pribadi.
Pertemuan koordinasi ini dihadiri oleh 14 peserta lintas sektoral. Jajaran peserta terdiri dari perwakilan Kepala Dinas, Sekretaris Dinas, Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Bidang Pelayanan Kesehatan, Bidang Kesehatan Lingkungan, serta pengelola Sistem Informasi/Pemegang Data Dinkes Kota Pontianak. Turut hadir perwakilan Rekam Medis dan Diklat/Research Rumah Sakit, BMKG Kota Pontianak, serta Dinas Lingkungan Hidup Kota Pontianak.
1.jpeg)
Melalui sinergi dan koordinasi data lintas lembaga ini, diharapkan rekomendasi hasil kajian kelak dapat menjadi rujukan dalam merumuskan strategi perlindungan kesehatan warga Kota Pontianak di tengah ancaman perubahan iklim global.
.jpeg)
