Dinas Kesehatan Kota Pontianak Perkuat Budaya Inovasi ASN melalui Coaching Class Inovasi
Dinas Kesehatan Kota Pontianak menyelenggarakan Coaching Class Inovasi bagi ASN di Lingkungan Dinas Kesehatan Kota Pontianak pada Selasa (6/10/2026), pukul 13.00–15.30 WIB, secara daring melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya strategis untuk memperkuat kapasitas aparatur dalam mengembangkan inovasi serta mendorong peningkatan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Kegiatan diikuti oleh aparatur sipil negara (ASN) dari Dinas Kesehatan Kota Pontianak dan unit pelaksana teknis (UPT) di lingkungan Dinas Kesehatan. Kegiatan diikuti sebanyak 125 peserta dari 25 unit kerja.
.jpeg)
Coaching dipandu oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Rizky Rachmat Akbar, SKM, M.Eng, yang bertindak sebagai coach. Materi diarahkan pada penguatan pemahaman mengenai konsep dan tahapan pengembangan inovasi, identifikasi permasalahan di unit kerja, serta perumusan gagasan yang aplikatif dan berorientasi pada penyelesaian masalah. Kegiatan juga dilengkapi dengan bedah materi presentasi inovasi UPT Puskesmas Gang Sehat, yaitu “Jumpa Darti Manis”, serta sesi diskusi dan tanya jawab.
Pelaksanaan coaching ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan untuk membangun budaya kerja yang adaptif, kreatif, dan kolaboratif di lingkungan Dinas Kesehatan. Inovasi dipandang tidak sekadar sebagai gagasan baru, melainkan sebagai upaya perbaikan yang harus menjawab kebutuhan nyata, dapat diterapkan, serta memberikan manfaat bagi organisasi dan masyarakat. Kegiatan ini sekaligus mendukung persiapan ASN dalam mengikuti Kompetisi Inovasi Kota Pontianak (KOPi) Tahun 2026.

Hasil evaluasi peserta menunjukkan respons yang positif terhadap pelaksanaan kegiatan, dengan rata-rata skor penilaian sebesar 4,27 dari skala 5. Aspek penguasaan materi dan fasilitasi diskusi oleh coach memperoleh nilai rata-rata tertinggi, yaitu 4,68, disusul relevansi materi dengan kebutuhan inovasi sebesar 4,60. Meski demikian, evaluasi juga mengidentifikasi perlunya pendampingan lanjutan, terutama dalam penyusunan rencana aksi yang konkret, penguatan peluang replikasi, dan keberlanjutan implementasi inovasi.
Sebagai tindak lanjut, Dinas Kesehatan Kota Pontianak merencanakan inventarisasi gagasan inovasi peserta, pelaksanaan coaching lanjutan, penyusunan rencana aksi, uji coba inovasi terpilih, serta monitoring dan evaluasi terhadap kemajuan dan manfaat inovasi. Langkah ini diharapkan dapat memastikan bahwa gagasan yang dikembangkan tidak berhenti pada tahap perencanaan, tetapi berlanjut menjadi praktik perbaikan yang terukur dan berkelanjutan.
.jpeg)
Melalui kegiatan ini, Dinas Kesehatan Kota Pontianak menegaskan komitmennya untuk membangun ekosistem inovasi yang tumbuh dari kebutuhan nyata di setiap unit kerja. Dengan dukungan pimpinan, kolaborasi antarpegawai, dan evaluasi yang berkesinambungan, inovasi diharapkan menjadi bagian dari budaya kerja ASN dalam meningkatkan kinerja organisasi dan menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin berkualitas bagi masyarakat Kota Pontianak.
