thumb

Dinas Kesehatan Kota Pontianak Imbau Warga Waspada Diare Saat Krisis Air Tawar, Ini Langkah Pencegahannya

Dinas Kesehatan Kota Pontianak mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko penyakit diare. Imbauan ini dikeluarkan menyusul keterbatasan pasokan air tawar dan kondisi air PDAM yang payau atau asin di wilayah tersebut.

Kondisi air yang tidak ideal berpotensi tinggi memicu masalah kesehatan jika tidak diolah dan dikelola dengan benar. Untuk menekan risiko penularan, Dinas Kesehatan Kota Pontianak membagikan panduan keselamatan air, pengolahan air hujan, hingga langkah penanganan awal diare bagi warga.

Kenali Risiko Sumber Air

Dinkes Kota Pontianak mencatat beberapa potensi risiko pada sumber air harian warga:

  • Air PDAM payau/asin: Tidak aman untuk diminum.
  • Air hujan: Berisiko tercemar debu, abu, serta kuman.
  • Air depot isi ulang: Wajib dipastikan berasal dari sumber terpercaya.
  • Wadah terbuka: Penyimpanan air tanpa penutup rapat sangat mudah terkontaminasi kuman.

Panduan Pemilihan dan Pengolahan Air Aman

Guna memastikan air yang dikonsumsi bebas kuman, masyarakat diimbau menerapkan langkah-langkah berikut:

  1. Pemilihan Air: Dilarang menggunakan air payau atau asin untuk kebutuhan minum, membuat oralit, menyeduh susu formula, maupun memasak. Gunakan air isi ulang, air dari tangki resmi, atau sumber air tawar bersih. Air payau hanya diperbolehkan untuk mandi, mencuci, dan toilet (selama dinyatakan tidak layak minum).
  2. Pengolahan Air Hujan:
    • Buang aliran air hujan pertama.
    • Saring air hujan.
    • Rebus air hingga mendidih bergolak minimal selama satu menit.
    • Simpan air bersih dalam wadah yang tertutup rapat.

Langkah Pencegahan Diare

Pencegahan diare dapat dilakukan melalui pola hidup bersih dan sehat (PHBS) sehari-hari:

  • Rutin mencuci tangan menggunakan sabun.
  • Memasak makanan hingga benar-benar matang.
  • Menggunakan peralatan makan yang bersih.
  • Memisahkan penyimpanan makanan matang dan mentah.
  • Hanya mengonsumsi air yang aman.

Penanganan Dini dan Tanda Bahaya

Apabila anggota keluarga mengalami gejala diare, langkah pertama yang harus dilakukan adalah memberikan cairan oralit sesuai petunjuk kemasan. Pasien juga dianjurkan untuk terus minum air secara perlahan (sedikit-sedikit tetapi sering) guna mencegah dehidrasi.

Segera bawa pasien ke Puskesmas terdekat apabila menemukan gejala lanjutan:

  • Buang air besar (BAB) cair lebih dari 3 kali dalam sehari.
  • Kondisi tubuh sangat lemas.
  • Muntah terus-menerus.
  • Mata tampak cekung.
  • Tidak buang air kecil.

Pemerintah Kota Pontianak mengimbau seluruh masyarakat untuk beraksi bersama dengan menghemat penggunaan air tawar, mengambil suplai air dari titik resmi, serta menjaga kebersihan lingkungan keluarga.